“Aku berlindung kepada Allah dari
godaan setan yang terkutuk”
Manusia yang diciptakan Allah dalam
kondisi lemah, mengharuskan ia selalu berlindung kepada-Nya dan senantiasa
berdoa untuk keselamatannya dari segala tipu daya, rayuan dan godaan syaitan
yang terkutuk yang dilaknat Allah sepanjang masa. Tetapi begitu Allah
mengabulkan do’anya, manusia jadi lupa kepada-Nya dengan tidak bersyukur, malah
angkuh dan sombong seperti perbuatan iblis itu sendiri tidak mau menghormati
Adam. Berarti membaca ta’awudz harus sering dilakukan, apalagi jumlah pasukan
iblis bertambah bermilyar-milyar setiap hari.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang”
Sesuatu yang bernilai kebaikan tetapi
tidak didahului dengan menyebut nama Allah, akan terputus dari keberkahan dan
kasih sayang. Ini kebaikan lo, bagaimana dengan kejahatan. Wah, ampun. Tidak
bisa dibayangkan dampaknya. Maka hati-hatilah dengan kejahatan. Mengapa harus
menyebut nama Allah untuk hal-hal kebaikan? Karena kebaikan datangnya dari
Allah, manusia tahu kebaikan dari Allah. Allah memberitahu terus menerus soal
kebaikan, kebenaran, kejujuran dan keadilan. Bahkan cara-caranya melakukan dan
menegakkan juga diberitahu. Kurang apalagi kasih sayang Allah kepada manusia.
Maka sebagai rasa terima kasih, manusia disuruh menyebut nama-Nya ketika
berbuat kebaikan untuk kebaikan manusia juga, bukan untuk kebaikan Allah. Allah
Maha Kaya dan Maha Terpuji.

0 komentar:
Posting Komentar